10/07/2014

Mau bilang apa?

          0 Comments   


Bingung memulai tulisan ini dengan kalimat apa. Sampai gue tersadar kalo kalimat tadi sudah menjadi awalannya. Entahlah.

Akhir-akhir ini semua yang ada disekitar seakan mematikan tombol hidup dihati dan fikiran gue. Resah, diam, dan lelah. Mungkin diri ini sedang tertatih memperjuangkan sesuatu yang tak pernah terbalaskan.


Gue inget pertama kali gue ngerasain hal ini ke orang yang sekarang sedang mencoba membuat diri ini sakit. Ya, sakit dalam berharap, sakit dalam mengagumi penuh tanya, sakit dalam perasaan ingin memiliki yang tak kunjung tersampaikan.


Ini tuh kayak hati kita lagi kerja rodi, tapi nggak pernah dikasih makan. Berat. Sangat berat. Terluntang-lanting merjuangin sesuatu yang belum tentu orang lain bisa kayak gini, tapi selalu saja berujung penantian tanpa balasan.


Ya, Pecinta hebat yang disia-siakan.


Sama juga kayak lagi lari kenceng berlawanan arah dari rute sebaliknya. Peluang jatoh udah didepan mata, tapi tetep aja berani terus berlari, siap sakit.


Atau mungkin,

Kayak lagi menggantungkan mimpi pada satu khayalan semu. Samar-samar memang, tapi tetap saja dinikmati.


Perasaan ini yang terus membuat gue pasrah dibuatnya. Gue nggak bisa ngespreksiin hal ini secara langsung. Hal yang biasa gue lakuin cuma duduk diam, masang headset dan dengerin lagu, merem. Kadang gue nangis tanpa alasan. Ya, begitulah seorang pecinta yang disia-siakan menikmati rasa yang sedang mencoba menggerogoti hatinya.


Manusia kadang berada pada titik dimana dia nggak berdaya ngelakuin apa aja. Fisiknya mungkin kuat, tapi hati, bahkan orang yang ceria sekalipun sekali waktu dia akan berada pada tingkat paling dasar dari sebuah perasaan.



Rapuh, buntu, kosong.

0 Comment:

Poskan Komentar

Oit! Buru-buru amat. Sini ngasih komen dulu. Kali aja kita nyambung, gitu.

Copyright © Fredeva is designed by Fahrihira