9/28/2016

Pada Bandung, Ada Kata Diatas Bahagia

          45 Comments   
Aku mengencangkan kunciran rambutku sebelum akhirnya keluar dari toilet. Beberapa perempuan lain tengah sibuk di depan kaca. Ada yang membenarkan riasannya, menata jilbabnya, ada pula yang sekedar mengantri untuk cuci tangan setelah buang air.


Pagi itu stasiun Gambir lumayan ramai. Orang-orang berlalu lalang di depanku. Beberapa diantaranya tampak tergesa-gesa. Terlebih setelah adanya suara dari mikrofon yang memberitahukan kalau sebuah kereta akan berangkat. Aku sendiri memilih duduk di kursi tunggu yang terletak di tengah gedung. Menunggu Didi yang masih dalam perjalanan menuju tempatku (katanya).


Sembari menunggu, aku menyetel lagu dari ponsel yang dari tadi kugenggam. Ransel ungu yang kubeli bulan lalu kuletakkan di pangkuanku. Kuperhatikan sejenak, lalu tersenyum. Memang tak ada sesuatu yang istimewa dari ransel ini. Hanya saja, ketika membelinya, aku sengaja membeli dua namun dengan warna yang berbeda. Untukku berwarna ungu, dan untuk Didi berwarna biru tua.


Setelah kurang lebih satu jam menunggu, seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku berbalik dan menemukan Didi sedang terkekeh karena telah membuatku menunggu.


“Aku ketiduran setelah kamu membangunkanku tadi. Hehehe. Maaf, ya?”


Kalimatnya hanya kubalas dengan wajah kesal. Yang kemudian membuat hidungku dicubit Didi lumayan kuat.


Hari itu kita akan ke Bandung. Sambil menunggu pemberitahuan untuk masuk ke dalam kereta, kita pun memutuskan untuk sarapan pagi di stasiun (lebih tepatnya hanya Didi, aku sudah lebih dulu sarapan sebelum dia sampai).


Hingga akhirnya kita pun berangkat.


Selama perjalanan, kita membicarakan banyak hal. Tentang pekerjaan, tentang waktu dan orang-orang, bahkan hal-hal tak penting seperti gosip Raisa putus kemarin. Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ditempuh dengan waktu kurang lebih tiga jam. Sesekali, tanganku menggenggam lengannya. Entahlah, hal itu semacam reflek ketika berada di sebelah Didi. Aku tak pernah merencanakannya.


Lalu kita sampai.


Aku menghembuskan napas setelah keluar dari gerbang kedatangan. Didi masih sibuk dengan ponselnya. Kita memang sedang liburan colongan, jadi Didi tetap harus mengerjakan pekerjaannya dan aku pun harus memakluminya.


Bandung sore itu hujan. Menambah sendu dan rindu pada kota kembang, kampung halamanku, yang akhirnya ku kunjungi kembali. Setelah mengisi perut dan bersih-bersih, kita memutuskan untuk jalan kaki ke Ciwalk. Selain karena tujuan awal kita gagal terlaksana (sebenarnya mau ke Bukit Bintang, tetapi karena gerimis dan beberapa pertimbangan lainnya akhirnya nggak jadi), Ciwalk adalah tempat paling dekat dari tempatku dan Didi selama di Bandung.


Selama di Ciwalk, aku sempat kesal gara-gara kelakuan Didi yang jahil karena disengaja. Iya, memang disengaja. Setiap kali ada yang tak kusuka, aku akan reflek berteriak "AKU KESEL!" dengan nada yang oleh Didi dianggap lucu.


Kemudian hari kedua pun tiba.


Jauh sebelum merencanakan untuk ke Bandung, kita berdua memang sudah me-list tempat-tempat yang seru untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Grafika Cikole yang terletak di Lembang.


Gerimis menemani perjalanan kita kesana. Sambil melihat petunjuk arah melalui GPS, aku sesekali mengoceh di belakang Didi. Bukit, sawah, dan kebun-kebun bunga mengiringi hingga tiba di tempat tujuan.


Disana dingin. Tapi aku tak setega itu membiarkan Didi memberikan jaketnya padahal dia sendiri sedang pilek. Dan, karena gerimis tak kunjung reda, kita pun memutuskan untuk berteduh sambil mengisi perut di sebuah pendopo yang tak jauh dari tempat untuk berfoto.


Ada banyak hal yang kemudian kita bagi satu sama lain. Rasanya seperti tak pernah kehabisan bahan untuk bertukar cerita. Ditambah lagi, ketika kita berdua melihat satu keluarga yang enggan berteduh dan tetap melanjutkan makan padahal hujan mulai deras. Didi terbahak. Sedangkan disebelahnya, aku menikmati pemandangan itu dengan bahagia karena dia tertawa.


Ketika hendak pulang, Didi malah mengajakku ke Farm House Lembang yang tak jauh dari tempat awal kita tadi. Tak sampai sepuluh menit, aku sudah menyukai tempatnya. Selain karena banyak spot yang bagus, aku pun antusias setelah tahu adanya kandang kelinci disitu. Hewan kesukaanku!


Malam terakhir di Bandung, kita habiskan dengan menyusuri jalan di daerah Dago sambil melihat-lihat berbagai Factory Outlet yang ada disana.


Begitulah. Tiga hari di Bandung, tak ada yang kurasakan selain bahagia dan takut. Ya, takut jika rindu akan menyeretku ke semua cerita ini. Rasanya, aku ingin memberhentikan waktu saat itu juga. Sekedar untuk merasakan hal yang sama. Kedua kalinya. Ketiga. Bahkan lebih. Klasik memang, tetapi begitulah adanya.


Untuk Bandung, sampai bertemu kembali di kesempatan yang selalu dinantikan.

Dan untuk lelaki yang mewakili semua kata 'paling'ku (paling jahil, paling bikin rindu, dan tentu, paling disayang), Didi Santoso, terima kasih untuk (lagi-lagi) waktunya, ceritanya, kesabarannya menghadapi perempuan pencemburu sepertiku, dan semua hal tak terduga yang kita dapatkan selama perjalanan berdua.


Sungguh, Bandung tak pernah se-sempurna itu ketika denganmu.









45 komentar:

  1. wahhhh bandunggg,,,,gue engga pernah kesana,,, palagi sama orang tersayang,,,semoga langgeng ya kaliaannn dev,,,,gue juga pengen deh jalan jalan gitu sama mas gue ntar,,,btw gue jarang nih ketemu blog yang pas baca postingannya kaya berasa baca novelll,,,asiikkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih, ya. :))
      Ajak, dong, Masnya. Seru kalau berdua. Apa-apa ada yang nemenin. \:D/
      Asik...

      Hapus
  2. Pengen ke Bandung juga. Dari kemaren orang-orang pada bahas Bandung. .__.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak boleh. Ntar Bandung gue kotor pas ada elu.

      Hapus
  3. tempatnya cihuy ya, udah sering liat photo-photo di lokasi ini wara wiri di instagram tapi belom kesampean juga buat dateng kesana,

    BalasHapus
  4. Bandung memang bikin kangen, selain kotanya, pemandangan alamnya juga bikin foto disana :)

    BalasHapus
  5. Bandung selalu bikin kangen. Ada saja yang baru di sana. Semuanya saya suka. Fashion, Kuliner, Sejarah, Bangunan, dan lainnya.

    BalasHapus
  6. waaaaaa akhirnyaaa cerita yg ditunggu diposting juga :D
    gatau kenapa suka aja ngeliat pasangan ini, bang Didi dan Deva<3<3
    semoga berbahagia selalu dan langgeng terus yaa :))

    ditunggu postingan kisah kalian selanjutnya hihi:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, ya, Elfrida, karena sudah mau menunggu. :))
      Asiik. <3
      Allahumma aamiin. Makasih sekali lagi yaa. Semoga kamu dan pasanganmu juga demikian. Hihihi.

      Siap~

      Hapus
  7. Tulsan nya si deva ini mmng sangat hebat membuat hati para jomblo2 seperti kami tersayat2 dan tercincang-cincang....

    Gw juga mau kebandung..ke farm house..tapi sama siapa? sama molekul2 udara?..

    Ah, smoga langgeng kalian berdua...klo nikah nnti.. jngan lupa mngundang spesies jomblo2 sperti kami ya dev...walaupun kami hina, kami gk akan merusak pestanya kok. Selagi sajian nya enak2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Lebay amat dah, Rey. :D
      Tapi makasih yaa. :))

      Njir molekul udara :)) Ya ajak temen-temen lu, lah. Apa gebetan. Mbak-mbak Indomerit juga bisa. Muehehe.

      Allahumma aamiin. Makasih yaa, doanya.

      Hapus
    2. Mbak2 Indomaret...........?

      Ide brilian!!!!! dket situ ada indomaret gk Dev?

      Hapus
  8. wih, jadi inget kata kawan gua, ga penting kemana, yang penting sama siapa

    BalasHapus
  9. Halo halo bandung~~
    Bulan depan gue jg ke Bandunggg~~ yuhuuuu.....

    BalasHapus
  10. Bandung emang tempat paling enak buat sekedar jalan-jalan bikin betah disana.

    BalasHapus
  11. Bandung, kapan kapan bisa kesana hehe

    BalasHapus
  12. Aku sih udah pernah kesana juga kak dan enak 2 dan adem2 aja disana.... nyaman tempatnya dan sejuk juga...bandung oh bandung,,...kangen!

    Oh ya kak buat pertemanan kita aku udah borgol kaka di papan blog ku ya cek dimari > http://www.artadhitive.com/p/papan-blog.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ya. Bandung emang selalu ngangenin. :))

      Okay~

      Hapus
  13. duh neng depa sama kang didi-nya mesra banget euy, asyikkk ya neng jejalanan bareng kekasih hati di bandung, apalagi cuaca sedang mendung dan hujan, menambah romansa dan enggan untuk beranjak pergi, sekiranya waktu ingin dibekukan sekarang juga ya neng depa :')

    Duh moga langgeng ya neng depa sama kang didinya, khayangan aman selalu neng..
    Laporan selesai!
    Akang penjaga gerbang, pamit undur diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Iya, nih. Kemaren hujan melulu di Bandung. Tapi tetep pergi kok. :D

      Allahumma aamiin. Makasih, ya, Bang.
      Hahahah. Baru tau kalo sekarang pernjaganya udah Abang.

      Hapus
  14. Sering lihat di IG tapi belum pernah kesana :/
    Btw. Good luck LDR nya drva, awet awet yaaa

    BalasHapus
  15. Sering lihat di IG tapi belum pernah kesana :/
    Btw. Good luck LDR nya drva, awet awet yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa segera kesana dengan orang tersayang juga, ya, Neng. :)
      Aamiin. Makasih^^

      Hapus
  16. wah keren sekali..BANDUNG Kapan yaa bisa kesanaa ????
    ..Btw so sweet fotonya .. awet yaa

    BalasHapus
  17. Gimana, ya Dev? baca ini tuh, gue jadi agak membuka luka lama. Karena, kemaren bakal ke bandung, tapi karena kondisi kesehatan gue belum membaik, akhirnya hanya pupus harapanku. :'(

    Pengen ke tempat2 yg lo dan Didi datengin itu. Gue sering banget ditawarin buat diajak ke tempat itu sama temen2 yg ada di bandung..

    Kalian mesra. Jadi mengingatkanku pada dia yang sedang jauh di sana. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaah.. Sayang banget itu Bang. Kemaren juga Didi sama gue lagi kurang enak badan, tapi demi liburan berdua yaudah sikat aja. Hahahah.

      Emang wajib didatengin sih Bang tempat tempatnya. Kerennya gakuku soalnya. :3

      Acieee. Yang mana nih? Yang kemaren diomongin sama anak-anak pas mitap bukan(?) :p

      Hapus
  18. Dulu saya pernah ke Bandung di daerah Cimindi.Disana cukup asri dan bikin betah bingittt..hahaa

    BalasHapus
  19. Kalau udah ke bandung tuh gak mau pulang... karena suasana nya yang sejuk itu bikin kita bertah bangett...

    BalasHapus
  20. a wonderful story with romantic city.....so english banget yak :D

    BalasHapus
  21. Wahhh bandunggg enakk, kepengen kuliah disana tapi keterimanya di jogja, yasudahlah :'( , tapi benerann keren banget... oiyaaaa langgeng loh sama itu nya, ya itunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Garis takdirnya di Jogja berarti :)

      Hapus
  22. Aduh manisnyaaa ~
    Bang Didi sama Kak Deva wajahnya mirip juga. Katanya kalo jodo wajahnya mirip, duh jadi kasian sama jodohku kelak ~ :(

    Tapi Longlast ajah buat kalian, semoga makin banyak postingan yang bisa bikin envy lainnya. :( Ehm salah emot. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Emang udah tau jodohnya siapa?

      Hapus

Oit! Buru-buru amat. Sini ngasih komen dulu. Kali aja kita nyambung, gitu.

Copyright © Fredeva is designed by Fahrihira