9/14/2017

Surat Digital Ini Bisa Kau Baca Selamanya

          6 Comments   



Aku benci ketika dia jahil.

Aku benci ketika dia membuatku cemburu.

Aku benci ketika dia marah padaku untuk sebab yang tak jelas.

Aku benci ketika bangun dan tak menemukan suaranya.

Aku benci ketika dia menjadi kelemahanku.


Pun, aku benci ketika ia tak ada.

Karena aku selalu suka.


Aku suka melihatnya tertawa.

Aku suka caranya tersenyum.

Aku suka ketika dia mengeluhkan rambutnya yang basah.

Aku suka wajahnya yang malu ketika menatapku.

Aku suka caranya membuatku lupa tentang kesedihanku.

Aku suka kesengajaannya.

Sengaja menguap agar aku pun menguap.

Sengaja membangunkanku dan menyuruhku untuk tidur kembali.

Sengaja membuatku tertawa ketika sedang serius.

Semua kesengajaannya yang bagiku adalah hal teromantis yang pernah kudapatkan.



Teruntuk Dwi Noviadi Saputra, kebanggaanku, pacar merangkap sahabat-temen berantem-kembaran sifatku, kerinduan terpekatku, lelakiku.

Terima kasih sudah bersedia bersama. Terima kasih sudah membuatku percaya akan kalimat “Aku adalah perempuan paling beruntung dan bahagia di muka bumi”. Terima kasih untuk waktu-waktu baiknya.  Untuk selalu menjadikan aku kuatmu. Untuk mengihlaskan waktu dan jarak. Menjadikan pundakku tempat rebahmu. Untuk selalu percaya kalau kita memang diciptakan untuk ‘saling’ satu sama lain, bukan ‘paling’ dalam perihal apapun. Untuk keberanianmu menyayangiku.


Terima kasih, sudah menjadi kebiasaanku.


Akan selalu aku yang membahagiakanmu.


6 komentar:

Oit! Buru-buru amat. Sini ngasih komen dulu. Kali aja kita nyambung, gitu.

Copyright © Fredeva is designed by Fahrihira