8/13/2016

Tulisan Ini Tak Harus Dibaca Olehnya

          36 Comments   
Tokoh utama, tidak harus ada pada halaman pertama dari sebuah cerita.

Kira-kira, begitulah salah satu kalimat yang kubaca pada buku ke-empatku di bulan ini.


Sudah setahun belakangan, yang kulakukan tidak jauh dari bepergian mengunjungi kedai-kedai kopi yang bersedia menjadi saksi tulisan ini diselesaikan. Cerita bagaimana aku memulihkan sesuatu yang sudah lama dibiarkan kosong tak berpenghuni.


Windi Putra Santoso. Lelaki yang kusebutkan pada dua kata pertama tulisan ini. Lelaki dengan senyum yang selalu kurindukan. Lelaki, dengan tawa yang membuatku betah berlama-lama memperhatikannya dalam euforia bahagia. Dialah pula yang membuat draft tulisanku penuh akan cerita cinta. Sesak. Seolah kehidupanku hanya berputar pada semua rinci tentangnya.


Aku bukan ingin mengisahkan bagaimana garis takdir mempertemukan kita dalam satu kebetulan di muka bumi. Bagian itu sudah pernah kuceritakan di dua tulisan sebelum ini. Yang hendak kukisahkan adalah, bagaimana suatu tempat menjadi saksi dari dua kegelisahan terhebat di hidupku.


----


Hari itu petang ke-dua belas di bulan Juli. Aku duduk menghadap laut yang memantulkan cahaya matahari dengan posisi terbaiknya. Meja kayu yang menghadap langsung pada panorama tersebut selalu menjadi pilihan sembari menghabiskan sarapan pagi. Walaupun begitu, mataku memang tak pernah bisa menyangkal bahwa sosok di sampingku lah yang selalu menang membuatku tertarik memperhatikannya berulang kali.


Tak terasa, sudah empat hari pagiku seperti ini. Menyenangkan, pun menggelisahkan. Di sebelahku masih ada dia. Pelaku utama pada kegaduhan di pikiran ini. Aku mengedarkan pandangan pada wajahnya.


Barangkali, itu kali terakhir aku menikmati suasana sarapan pagi sesempurna itu.


Di lain tempat, kuhirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan berat. Didepanku sudah ada dia dengan beberapa tas yang terisi penuh. Sebelum kendaraan beranjak, kulontarkan senyum kecilku pada bangunan yang nantinya akan kurindukan dengan sangat.


Jalanan yang kita lalui tak begitu padat. Di belakangnya, aku mengeratkan pelukan dengan sendu. Rasanya tenang, namun perlahan-lahan perih tak terduga.


Lalu kita sampai.


Aku menyentuh tombol merah pada layar ponselku sembari menunggu dia yang masuk sebentar ke ruang keberangkatan untuk check in. Detik di bagian atas layar mulai berpindah dari angka ke angka.


Hai. Akhirnya waktu membawaku kesini lagi. Ingat itu? Ya, empat hari lalu aku berada disana untuk menghampirinya dengan rindu yang berserakan. Kini, beberapa meter dari sana namun masih di tempat yang sama, aku kembali bersamanya. Bukan untuk menyambut, tetapi melepas.
Memang bukan perkara mudah untuk kita berdua kembali mempersiapkan diri menabung rindu melalui bentangan jarak. Namun kau tahu, semenyiksa apapun waktu, aku tak akan berhenti menunggunya atas segala alasan yang lahir.

Hngg....

Kurasa tak lama lagi dia akan keluar dari pintu itu untuk menghampiriku sambil kita menunggu waktu berangkat tiba.Oh ya, rekaman ini terasa terlalu melankolis jika dilihat olehnya. Aku akan mengulang kembali dengan versi yang mudah dimengerti. Sampai jumpa di lain waktu, dengan tempat yang mungkin akan sama untuk menyambutnya dengan pelukan. Lagi.”


Tak lama kemudian, dia benar-benar keluar dari pintu itu. Dengan ransel coklat dan tas jinjing berwarna biru tua yang terlihat lumayan berat. Wajahnya masih tersenyum.


Meja kecil di sudut tengah ruangan menjadi tempat terakhir kita duduk berdua kala itu. Sembari meneguk Frappe dengan perlahan, aku menghitung mundur waktu dengan terpaksa.


Dua puluh menit.


Lima belas menit.


Hingga lima menit terakhir dari waktu yang harus membawa dia masuk ke ruang keberangkatan.


Dan disanalah kita. Di depan pintu yang menjadi pembatas untuk aku dan dia. Dengan tiga kecupan terakhir pada hari itu, pun pelukan penuh haru yang menolak usai.













8/10/2016

Rahasia Cewek Yang Perlu Kamu Ketahui

          40 Comments   
Selain pelajaran ECSAC dan isi hati Limbad, ada salah satu hal di muka bumi yang juga sukar untuk dimengerti.


Cewek.



Sudah bukan rahasia umum lagi kalau kita adalah makhluk yang paling nggak bisa ditebak. Ngomongnya ini, taunya gitu.

Beberapa hari belakangan ini, gue lagi rada baperan. Bahkan sama hal-hal kecil sekalipun. Entah pengaruh kondisi yang kurang stabil atau bawaan dapet, semua hal yang berkaitan dengan perasasaan pasti sukses bikin gue sedih seharian.


Untuk itu, sebagai cewek yang nggak selalu bisa ngungkapin apa yang kita rasain, gue terfikirkan untuk membuat tulisan ini. Beberapa rahasia cewek yang seringkali tidak diketahui pasangannya.


1.       Aslinya Capek Dan Ngantuk Banget, Tapi Lebih Milih Stay Strong



Buat kalian para cowok yang udah seneng punya pacar tukang begadang atau masih melek di jam-jam malem untuk diajak ngobrol, percayalah, cewek itu nggak bener-bener masih bangun. Nggak jarang, kita ngorbanin kantuk cuma buat jadi pendengar setia agar kalian nggak ngerasa sendiri.


2.       Disaat Kalian Terpuruk, Ada Hati Yang Lebih Remuk




Sejujurnya, setiap kali pasangannya merasa sedih kemudian menceritakannya, seorang cewek bisa jauh lebih sedih dari apa yang kalian bayangkan. Kita selalu menempatkan posisi kita pada kalian saat itu. Rasanya ngeliat orang yang disayangi terluka, jadi siksaan hati tersendiri bagi para cewek.


3.    Cewek Bisa Tahu Semua Yang Bahkan Tidak Diberitahu


Sadar enggaknya, kalian-para cowok seringkali berfikir kalau beberapa hal yang menurut kalian nggak perlu dikatakan, emang nggak diketahui sama pasangan kalian. But hey, karena terlatih untuk melakukan sesuatu nggak cuma pake akal-melainkan juga melibatkan hati, cewek bisa dengan sendirinya ngerasa ada sesuatu yang disembunyikan. Dari situlah, kita mulai menganalisis hal apa yang dirasa ganjil tersebut. Makanya, dalam beberapa kesempatan cewek akan langsung bertanya dengan kalimat seperti, “Kamu kenapa?” atau “Is eveything okay?” ditengah-tengah percakapan.


4.    Nggak Ada Yang Lebih Bikin Dia Bahagia Ketika Dia Ditempatin Di Tujuan Kamu



Membuat cewek bahagia nggak melulu harus berusaha romantis atau humoris. Seringkali, cowok terlalu sibuk mikirin benda-benda yang bisa menyenangkan hati pasangannya hingga lupa akan satu hal sederhana yang paling utama dibutuhkan oleh perempuan, kepastian jangka panjang. Ini juga merupakan kunci keraguan terbesar yang dimiliki oleh setiap perempuan.  Kita butuh diingatkan kalau kita bener-bener ada di masa mendatang kalian. Gue berani jamin, setelah ngungkapin itu, hanya akan ada dua hal yang terjadi. Kalau nggak senyum, at  least dia ngerasa lebih tenang.


5.       Dibalik Cemburu, Selalu Ada Rasa Tersaingi Yang Lebih Kuat



Beberapa cowok mungkin berfikir kalau dengan membuat ceweknya cemburu adalah cara untuk mengetahui kadar rasa sayang ceweknya.Tetapi, yang kalian nggak ketahui, cemburunya seorang cewek itu nggak cuma sekedar cemburu. Disaat ada cewek lain yang membuat dia merasa demikian, ketakutan dan rasa tersaingi juga ikut melekat di dalamnya. Dan begonya, para cowok selalu menganggap itu hal yang biasa dan bisa terlupakan begitu saja.

Padahal justru sebaliknya. Cewek akan terus merasa terancam dengan keberadaan pihak yang membuatnya cemburu lalu rapuh disaat yang bersamaan. Hal inilah yang bisa menjadi pemicu berkurangnya rasa percaya. Dibuat luka berkali-kali memang membuat terbiasa,tapi ada satu hal yang mungkin terlupakan. Bekas lukapun bisa hilang dengan cara berhenti untuk rela dilukai.

"Sungguh wanita mampu menyembunyikan cinta selama 40 tahun, namun tak sanggup menyembunyikan cemburu meski sesaat."
-Ali Bin Abi Thalib

8/01/2016

Serumah, yuk?

          14 Comments   


Selain makanan dan kata-kata penyemangat dari gebetan, suasana tempat tinggal juga bisa menjadi hal penting untuk membangkitkan mood kita sehari-hari.


Gue ingat betul, dulu pas awal ngerantau, banyak banget keperluan yang harus diurus. Salah satunya adalah mencari lingkungan yang nyaman untuk ditinggali. Tapi itu semua tidak semudah yang kita fikirkan. Ada yang tempatnya bagus tapi jauh dari lokasi kampus/ tempat kerja, ada yang deket tapi kemahalan, giliran dapet tempat bagus dan deket, eh berisiknya minta ampun.


Seiring berkembangnya dunia teknologi, sekarang udah ada situs keren yang memudahkan kita dalam hal ini, loh.


Namanya, Serumah.com.


Disini, kita nggak cuma bisa nyari tempat tinggal, tetapi juga ada layanan pencarian teman sekamar. Dan lebih serunya lagi, bagi yang punya tempat yang available untuk disewakan, kalian juga bisa ngiklanin tempat kalian disini. Asik banget, kan!


Buat tampilan situsnya, sih, nggak perlu diragukan lagi. Easy looking, kok.





Untuk yang lagi nyari teman sekamar sesuai dengan kriteria, kamu bisa klik di bagian “Cari Roomate”.



Nah, disini ada dua pilihan. People looking for a room (Orang yang mencari kamar), dan People looking for a tenant (Orang yang mencari penyewa). Tinggal pilih aja mana yang sesuai kebutuhan kamu.


Buat yang lagi nyari kamar/tempat tinggal, kamu bisa klik di bagian “Cari Kamar Sewa”.



Kita akan diarahkan pada halaman ini.




Selanjutnya tinggal pilih tempat di kota atau area yang mau ditinggali, deh, dengan range harga yang sesuai budget kita.


Untuk yang punya kamar atau tempat yang mau disewakan, bisa juga, nih, masang iklan disini! Caranya mudah, kok. Tinggal klik di bagian “Iklan Gratis”, lalu ikutin langkah-langkah selanjutnya.







Gimanaaa?

Cari kamar udah, dapet teman sekamar yang sesuai kriteria kita udah, ngiklanin tempat kita udah (buat para penyewa kamar). Urusan beres, dompet juga nggak berontak. Asik, kan?

7/18/2016

Satu Hari Dimana Pelukan Paling Hangat Itu Nyata

          47 Comments   
Waktu itu berlalu tanpa ampun. Meninggalkan bermacam-macam memori, yang kadang membuat akal dan hati berkolaborasi membentuk rindu.

Hari itu, Kamis memulai paginya dengan tetesan gerimis. Lengkap ditemani bau aspal yang tersapu air langit. Pelan, menyenangkan. Matahari kemudian naik malu-malu, seolah bumi memang menantinya dengan jutaan cerita baru di setiap perputarannya.

Sesaat sebelumnya, sebuah angka telah berhasil menciptakan degupan baru yang lebih keras di dadaku. Mungkin, lebih tepatnya kusebut itu sebuah ‘pertanda’. Ya, pertanda bahwa dua hari lagi akan menjadi salah satu hari terbesar di hidupku.

Sebenarnya, ini bukan perihal harinya, melainkan kesiapanku. Jauh sebelum aku membuat catatan ini, hatiku sudah terlampau gugup dan gelisah. Akankah nanti dia masih bersedia denganku setelah pertemuan pertama kita? Mungkinkah kita diizinkan takdir untuk terus menjadi sepasang yang terus bertukar pandang? Atau, hanya menjadi cerita yang berlalu tanpa kesan perlu?


----


Kira-kira, beberapa baris diatas memang kegelisahan ter-sering gue sebelum hari yang dinanti-nanti itu pun tiba. Hari dimana terciptanya pelukan paling hangat dan menyenangkan yang pernah gue rasakan. Jakarta-Manado bisa dibilang cukup jauh untuk dua orang yang terlampau membutuhkan satu sama lain. Lucu rasanya setiap kali inget perkenalan kita yang kalau difikir-fikir nyaris mustahil terjadi di dunia nyata.


Bermula dari suatu malam, salah seorang temen, Fauzi, nge-rekomendasiin sebuah video yang katanya Baper-able. Berhubung lagi disibukkan sama deadline tugas, video tersebut baru gue tonton seminggu setelahnya.


Di dalam video tersebut, Bang Arief Muhammad sedang mempersiapkan rencana untuk ngelamar Kak Tipang (Tulisan tentang video itu udah pernah gue buat di postingan yang ini dan ini). Ngerasa tertarik dengan tingkah-tingkah mereka yang lucu dan seru, gue pun dengan senang hati menobatkan diri jadi subscriber sejati Vlog Bang Arief. Selama ngikutin Vlognya tersebut, ada salah satu sosok yang selalu berhasil nyita perhatian gue dan bikin penasaran. Yah, si dia ini.


Akhirnya, setelah penantian yang lumayan bikin ngelus dada, Bang Arief nulisin juga akun sosial media si dia, Didi. Buru-buru gue ngambil hape, buka Instagram, kemudian follow dengan perasaan seneng nggak ketulungan.


Masalah selanjutnya adalah, gue bingung mau komen apaan. Setelah stalking sampai postingan terakhir dan menemukan banyak kalimat “Follback” yang bertebaran, gue pun mengurungkan niat untuk melakukan hal yang serupa. Setelah difikir-fikir lagi, gue yang waktu itu, cuma mau jujur dan ngungkapin apa yang udah gue rasain selama ini setiap kali ngeliat dia dari layar kaca.


Selepas menulis komen nyasar (atau lebih tepatnya nekat) tersebut, tanpa diduga, dia ngebales komen gue dengan respon yang nggak pernah gue bayangin sebelumnya. Sangat, sangat, dan sangat jauh dari ekspektasi gue yang mikir kalau komen gue tersebut hanya akan berakhir dengan pengabaian. Malahan, candaan tersebut berlanjut di direct message yang sukses membuat gue loncat-loncat kegirangan.


Beberapa hari setelah itu, komunikasi kita jadi semakin intens. Yang tadinya hanya bercanda lewat chat, di suatu malam berakhir dengan saling mengucap kata lewat telfon. Hal itu perlahan menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Kita berdua seolah tahu, dibalik kepenatan kita menjalani hari, selalu ada sosok yang menunggu, menyediakan telinga dan raga untuk pulang dan bertukar cerita, bahkan membahas apa saja yang terkadang diluar nalar manusia normal.


Seiring berjalannya waktu, semesta tampaknya turun tangan dengan kita berdua. Gue yang harusnya ikut ke salah satu acara, mendadak males pergi karena lokasinya lumayan jauh. Dan dia, ternyata sedang memikirkan sesuatu yang penting. Sesuatu yang pada akhirnya membuat pembatalan pergi tersebut adalah keputusan terindah yang pernah gue lakukan.


Di malam itu, kita sepakat untuk saling terikat.


Waktu terus berlalu, dan perasaan itu juga semakin tumbuh lebat. Kesibukan masing-masing pun bukan menjadi sesuatu yang mengganggu untuk kita berdua. I will always let him take his time.


Hal yang nggak terduga selanjutnya adalah, beberapa hari setelah lebaran kemaren, Didi nyamperin dari Malang ke Manado buat ketemuan. Hari itu, merupakan hari yang bisa gue nobatkan sebagai hari tergugup sepanjang hidup gue. Selama perjalanan ke Bandara, yang gue lakukan hanya gigitin kuku, ngaca, dan ngaca. Memastikan nggak ada satupun keanehan yang terjadi di diri ini.


Lalu gue terfikirkan sebuah ide; memberi  dia kejutan.


Rencananya, gue bakal bilang kalau gue masih terjebak macet dijalan, while dia udah di depan pintu kedatangan. Akan tetapi, yang terjadi adalah; Kaki gue lemes saking gugupnya, yang akhirnya membuat gue memilih berdiam diri untuk beberapa saat di toilet bandara.


Baru setelah merasa baikan, gue keluar dari toilet sambil mencoba nelfon Didi, mengabarkan kalau gue masih dijalan. Begonya, gue yang terlalu fokus sama kejutan malah lupa kalau sesaat setelah Didi keluar dari pintu kedatangan, dia udah ngirim foto dimana dia berada.


“Hal..Halo? Kamu dimana? Maaf, ya, aku kena macet, nih.” Kata gue sambil jalan ke arah pintu kedatangan.

“Iya nggak apa-apa. Santai aja.” Jawab Didi di seberang.

“Okay, jangan kemana-mana dulu ya.”


Hening.


“Eh, eh, bentar… Kamu serius ya, sekarang lagi dimana?” Didi mulai curiga.

“Aku dijalan. Beneran, deh. Nih, nih. Pip! Pip!” Jawab gue sambil menirukan suara klakson mobil.

“Eh gebleg, aku di belakang kamu.”


JLEB.
Bukannya balik badan, gue malah ngacir ke toilet dengan wajah memerah kayak udang rebus.


“LAH, LAH, MAU KEMANA?” Teriak Didi dari belakang, tanpa menutup telfon.

“Kacamata aku ketinggalan di toilet.”


Begitulah. Failed surprise yang bikin kita ketawa sesaat setelah gue keluar dari toilet.


Sejak hari itu, rasanya tenang sekali.
Bukan hati yang sedang terlampau bahagia, tetapi karena bintangnya ada di langit, dan aku tidak mengadah ke atas. Melainkan jatuh menenggelamkan diri ke dalam tatapannya.







D, terima kasih. Untuk waktunya, untuk cerita-ceritanya, untuk segala kebetulan dan keputusan untuk memiliki satu sama lain. Betahlah. Selalu dan semoga akan terus begitu. :)



*Untuk ceritanya, bakal ada di postingan-postingan berikut, ya!

5/19/2016

KATA SIAPA TANGGAL TUA PENUH DUKA?

          56 Comments   
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

------


Pramusaji berambut klimis dengan dasi hitam yang menghiasi lehernya kini berada di depan gue sembari menuangkan minuman berwarna bening yang sebelumnya gue pesan. Beberapa menu terbaik di tempat ini juga sudah tertata rapi di meja. Yang menambah kesempurnaan suasananya adalah, pemandangan kota dari rooftop gedung ini.

Gue sedang berada di salah satu restoran mewah  yang biaya masuknya setara SPP anak SMA buat setahun. Dress berwarna hitam membalut indah tubuh gue. Menambah kesan elegan dari semua hal yang gue dapatkan saat itu.

Tidak beberapa lama kemudian, seorang pria bertubuh tinggi dengan brewok yang bikin jantung gue mimisan menghampiri meja gue sambil tersenyum manis.


Makin dekat…


Semakin dekat…


Kini dia membungkukkan badannya lalu mengulurkan tangan layaknya seorang pangeran yang mengajak seorang putri berdansa. Nafas gue seolah berhenti. Pangeran tampan itu sekilas terlihat mirip dengan Adipati Dolken dari jarak kurang dari satu meter. Aromanya wangi kayak abis kecemplung di deterjen.

Gue menyambut tangannya dengan gugup, berdiri malu-malu dan mengikuti langkahnya dengan anggun.

Kini kita berada di ujung gedung sambil menikmati pemandangannya berdua. Untuk beberapa saat, gue hanya terdiam sambil melontarkan senyum terus-menerus kepada pria di depan gue ini.


Homo sapiens berwajah tampan yang wangi.
Ucap gue dalam hati.


Tiba-tiba dia berdiri di belakang gue. Melingkarkan tangannya lalu hendak membisikkan sesuatu. Jantung gue kini nggak hanya mimisan, tetapi ikut kembang kempis. Sambil menyisihkan beberapa helai rambut gue ke telinga, dia mendorong gue ke depan dan berkata,


“ENYAHLAH KAU SAILORMOON!!!”


----


ASTAGFIRULLOH.


Gue terbangun dengan posisi badan mendarat sempurna ke bawah kasur. Hal indah barusan ternyata hanyalah sebuah mimpi. Dengan kondisi yang masih bingung gue mengingat-ngingat kembali apa yang gue lakukan sebelum tidur sampai bisa-bisanya bermimpi seperti itu.

Setelah difikir-fikir, ternyata perkaranya bukanlah hal-hal aneh yang gue lakukan sebelum tidur, melainkan lapar tak terkira. Gue pun mengambil dompet, berniat menemukan beberapa lembar uang untuk membeli makanan di depan komplek. Sayangnya, jangankan beberapa lembar uang, Patimura aja ikut kasihan dengan kondisi dompet gue yang lebih mirip museum. Sepi banget.


Gue lalu mengambil hape dan membuka kalender.

Oh, pantesan..


Angka yang tertera di kalender nyaris membuat gue ngejepit kepala di pintu rumah sambil teriak,


“APA YANG TELAH KAU PERBUAT DI AWAL BULAN ANAK MUDA??!!”.


Merasa pasrah dengan keadaan, akhirnya gue memilih untuk duduk dan merenungi keadaan. Ini bukan kali pertama gue mengalami mimpi buruk karena tidur dengan kondisi yang tidak nyaman.


Mimpi dan cerita diatas adalah kejadian nyata, dan emang sering terjadi ketika tanggal tua menghampiri. Kekhawatiran luar biasa, dompet yang menderita, pun mimpi buruk yang kejam tak terkira.


Setelah mengingat-ngingat kembali kejadian tersebut, gue akhirnya sadar kalau hal seperti diatas tidak akan terjadi jika gue bisa mengatur keuangan dengan baik. Karena jumlah tanggal di kalender bukan cuma sampai tanggal 10, Nak, tapi 30-31. Khand Maendh.


Selain itu, me-manage uang dengan baik bisa menimbulkan banyak manfaat buat kelangsungan hidup dompet kita di tanggal tua, terutama bagi kamu yang hidup jauh dari keluarga. Nggak hanya ongkos makan aja, bahkan untuk belanja sekalipun masih bisa, loh.

Contohin, nih, Budi:


Gimana? Bisa, kan, ngejalanin tanggal tua dengan hati yang riang gembira? Makanyaaaa, #JadilahSepertiBudi.



Apalagiii, ShopCoupons X Matahari Mall sekarang lagi ngadain promo keren dan menarik di akhir bulan! Jadi, walaupun tanggal tua, kamu tetep bisa belanja apaaa aja di Matahari Mall, yang tentunya selalu memuaskan penggunanya dengan berbagai barang bagus dengan kualitas yang oke punya, dong.


So, tunggu apa lagi? Yuk, berbahagia di tanggal tua bersama ShopCoupons X Matahari Mall!


Ini #KisahTanggalTuaku, mana kisah tanggal tuamu?


5/08/2016

Bukan Cerita Perihal Bahagia

          35 Comments   
Kau menggeletakanku diatas sofa coklat kamarmu.

Ketukan pintu dan suara bel yang sesekali berbunyi masih saja menggelisahkanmu yang sedari tadi hanya mondar-mandir tanpa alasan. Kuku jari tangan pun selalu menjadi korban ketika kau dihadapkan dengan situasi seperti ini.

Hey, jika dia makhluk hidup, mungkin dia sudah berontak dan meneriakimu jutaan kali karena membuatnya rapuh dan rapuh.

Di dentingan ke-sembilan, kau pun berhenti. Dengan satu tarikan nafas yang cukup panjang, kau membukakan pintu untuk seseorang. Aku tak dapat memastikan siapa dia. Badan kursi yang lebih besar dari tubuhku  menghalangi pandanganku pada sosok yang membuatmu berdiri di depan pintu untuk waktu yang cukup lama.

Lalu, setelah berbicara banyak hal dengan lelaki itu (yang baru kuketahui setelah memastikan ekspresi wajahmu ketika memungutku kembali dari sofa), kau akhirnya menghempaskan tubuhmu ke kasur biru muda kesukaanmu. Untuk adegan selanjutnya, sudah bisa kupastikan kalau akan ada badai dari sudut mata bulatmu itu.

Benar saja.

Belum sempat air mata kemarinmu kering di badanku, hari ini pun aku kau jadikan pelampiasan dari semua kesedihan-kesedihan yang menggerogoti hatimu. Jika saja aku bernyawa, barangkali mereka---orang-orang yang membuatmu seperti ini, sudah kubuat wafat dengan cara yang sama.

Membuat mereka sayang sedalam-dalamnya, lalu pergi seenaknya tanpa perkara.
Pembunuhan paling halus yang pernah ada.

Kemudian kau berdiri. Menarik kepala kursi lalu menjatuhkan tubuhmu diatasnya. Masih denganku yang kau peluk di sisi kirimu, beberapa potongan kisah dari lembar foto yang kau pajang rapi di meja berhasil menyeruak perlahan ke dalam ingatanmu, membuatmu terdiam lalu menjatuhkan sungai kecil dari sudut mata. Lagi dan lagi.

Ketika itu kau terlihat sibuk mengutak-atik sesuatu di meja kerjamu. Dia, lelaki bertubuh tinggi dan bermata coklat teduh, diam-diam sudah berada di belakang punggungmu sambil membawakan sebuah kue tart stroberi lengkap dengan lilin yang menyala cantik diatasnya. Kau yang melihatnya dari pantulan bayangan di layar, langsung menoleh dan melontarkan senyum manis yang bahkan mungkin lebih manis dari kue di hadapanmu.

Kecupan hangat mendarat di rambutmu dalam hitungan yang tak kurang dari tiga detik. Bersamaan dengan ucapan bertambahnya usia, aku yang masih berada di dalam sebuah kotak berukuran sedang telah resmi diberikan kepadamu sebagai hadiah.

Dua bulan setelah kejutan kecil itu, hari-harimu dipenuhi cerita-cerita menyenangkan yang kau bagi bersamaku ketika hendak tidur. Matamu yang berbinar ketika menyebutkan namanya, usapan lembutmu padaku ketika sibuk mengandaikan sesuatu yang berkaitan dengan perasaannya padamu, dan lagi-lagi senyum itu, kecantikan paling mutlak yang selalu terpancar ketika bahagia menyelimuti hatimu.


Lalu hari itu terjadi.


Berminggu-minggu sudah jatah tidurmu terkuras untuk membuat suatu hal yang istimewa agar lelaki itu bahagia. Kau gunakan seluruh tenaga dan materi untuk memaksimalkan apa yang kau perjuangkan. 

Hingga di hari yang telah kau tunggu-tunggu, tepat di ulang tahun lelaki itu, perempuan lain telah lebih dulu menawarkan hati pada dia yang selalu menjadi alasan utamamu terjaga. Lelaki yang kau bangga-banggakan tanpa ampun, telah berlutut di hadapan perempuan lain sambil mengulurkan cincin permohonan untuk menikahinya.

Tetapi kau tak pergi. Kau ulurkan tangan dan memberi ucapan padanya meski gemetar batinmu di hari itu. Hari dimana bukan senyum yang kau bawa pulang, tapi tangis yang terus berulang. Bukan lagi cerita tentang jatuh cinta, tapi hati yang porak-poranda.

Kini, lelaki itu sering mendatangimu dengan cerita jatuh cintanya yang terus sama. Pada perempuan yang dulu menggantikan peranmu membahagiakannya. Hingga detik terakhir sebelum dia pulang, yang kau lakukan selalu seperti ini. Mengubur tangismu pada tubuhku. Boneka coklat tua pemberian lelaki yang kerap kali kau minta dalam setiap doa.


Berhentilah.


Kau, pecinta diam-diam yang menjadikanku rekan pengecut paling suram.



4/21/2016

PAKET LUAR BIASA!

          45 Comments   
Beberapa minggu yang lalu, gue menerima email yang bikin jungkir balik saking senengnya. Email tersebut berasal dari salah satu penawar kerja sama dari Klix Digital. Beberapa hari setelahnya, di rumah gue mendarat sebuah paket yang ternyata berisi handphone AndroMax E2 4GLTE. Whuooh!




Masih dengan keadaan excited, gue langsung masangin perangkatnya sambil bereksplorasi dengan si gadget. Berhubung seorang perempuan, yang dicoba pertama kali, yah, kamera dulu, dong. Well, kesan pertama pas nyoba kamera dan videonya adalah, “Keren banget!”



Kamera depannya. Asik, ye?



Kamera depannya begini. Mohon maaf jika penglihatan kalian terganggu karena modelnya yang maksa. 


Handphone ini punya kamera utama beresolusi 13 MP dengan Dual LED Flash serta kamera depan beresolusi 5 MP wide angle yang juga dilengkapi dengan LED Flash. Jadi, walaupun dalam situasi gelap, kamu tetep bakal bisa selfie~

Nggak sampai disitu aja, New Andromax  juga menyamankan penggunanya dengan pengalaman bermain game-game seru dan menarik. Kita bisa terus bermain tanpa perlu takut hapenya lelet, karenaaa, prosesor Snapdragon 415 Octa Core dengan RAM sebesar 2GB membuat smartphone ini berfungsi dengan bagus.

Ditambah lagi dengan adanya fitur VoLTE yang menyajikan kualitas suara yang sangat jernih dan juga memungkinkan pengguna untuk dapat menikmati video call hanya dengan mengaktifkan opsi video pada layar. Keunggulan lain dari fitur ini bukan hanya memiliki kualitas suara yang lebih baik dan stabil, tapi juga jernih namun tetap hemat baterai. Gimana? Buat yang suka telfonan berjam-jam pasti cocok, deh, sama gadget ini.

Nah, berhubung suka bosen kalau lagi nugas atau nyelesain draft tulisan, hal selanjutnya yang gue coba adalah membuka aplikasi musik yang ada di Andromax 4G LTE. Satu persatu lagu yang dimainkan terdengar jernih dan nyaman di telinga. Pas mau gedein volumenya juga ada peringatan tentang bahayanya ngedengerin musik dengan volume yang terlalu keras. Perhatian banget, kan?

Setelah puas ngedengerin lagu dan sesekali nyetel radio melalui aplikasi yang disediakan Andromax 4G LTE, gue pun mencoba melakukan panggilan telepon untuk mengetahui kelancaran jaringan dari gadget ini.




Well, it’s too damn good!

Jaringan 4G yang memang sudah menjadi salah satu keunggulan utama dari gadget ini terbukti memuaskan penggunanya dengan kualitas suara yang jernih dan koneksi yang stabil. Buat kamu yang suka begadang cuma buat nunggu paket malam, gue saranin buat hijrah ke jaringan Smartfren yang satu ini. Karena nggak hanya fitur dan aplikasi keren aja yang ditawarkan oleh smartphone ini, melainkan paket internet yang bikin kamu bebas kapan aja untuk menggunakannya.

Salah satunya adalah paket True Unlimited yang  merupakan paket internet pertama di Indonesia yang memberikan kecepatan internet full speed 4G tanpa dibatasi oleh waktu dan kuota, sehingga pelanggan dapat melakukan aktivitas berbasis internet dengan lancar dan bebas, seperti menonton streaming video dengan kualitas high definition (HD). Internetan, dah, lu, ampe mabok.

Untuk tampilannya sendiri, Andromax 4G LTE memiliki desain stylish dengan sentuhan metal frame untuk tampilan yang premium dan tangguh, dengan layar LCD berukuran 4,5 inchi yang telah dilengkapi dengan fitur smart screen yang memungkinkan penggunanya untuk membuka layar dengan mengetuknya sebanyak dua kali saja, loh.

Masalah harga, gue bisa jamin kalau Andromax 4G LTE termasuk gadget yang terbilang cukup memanjakan dompet penggunanya.

Untuk memudahkan kalian menyimpulkan bahwa gadget ini worth it atau enggak, nih, gue rangkumin beberapa keuntungan yang bisa kalian dapatkan melalui Andromax 4G LTE, diantaranya :

1. Dengan menggunakan layanan 4G LTE, para pelanggan dapat menikmati layanan suara dan koneksi internet yang stabil di Manado.

2. Pelanggan Smartfren yang telah aktif selama lebih dari tiga bulan, secara aktif melakukan panggilan dan melakukan top-up (prabayar) atau membayar tagihan (paska bayar) dan sedang tidak dalam posisi masa tenggang (prabayar) atau belum melunasi tagihan (paska bayar) berhak melakukan pemindahan layanan ke 4G LTE dan mendapatkan berbagai penawaran menarik.

3. Para pelanggan dapat melakukan pergantian layanan dengan mengunjungi galeri Smarfren atau menghubungi call-center Smartfren 888. Mengenai informasi periode promo dan potongan harga, kalian dapat mengirimkan SMS ke nomor 6046 dengan mengetik “LTE” atau mengunjungi website resminya di https://my.smartfren.com/upgrade4G.php


So, tunggu apalagi? Buat daerah Manado khususnya, jaringan 4G Smartfren udah bisa kalian gunakan juga, loh! Apalagi kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia.

Yuk, pindah ke layanan 4G LTE!

(Untuk yang mau pesen atau tahu lebih lanjut, ini ada kontak media yang gue lampirin)
Kontak Media
Smartfren
Ciba Gangga
Head of Public Relations
Jl. H. Agus Salim No. 45      
Kel.KebonSirih, Menteng
Jakarta 10340
Telp        : 021 319 222 55
Fax          : 021 319 278 80
Email       : ciba.gangga@smartfren.com

4/03/2016

Do Fun At DUFAN!

          57 Comments   
Seperti yang udah gue tulis di postingan sebelumnya, gue mutlak mengagumi Arief dan Tipang. Hubungan mereka yang asik, seru, dan penuh dengan kejutan dari masing-masing, sukses bikin setiap orang yang ngeliat hal itu jadi pengen punya pasangan yang serupa.


They’re just too “Goals”.

Arief dengan sifatnya yang nyantai, nggak mau ribet, dan ekspresi rada juteknya yang khas, siapa sangka bisa jadi seseorang yang full of surprise pada perempuannya. Ditambah lagi, kelakuan Tipang yang manja, lucu, dan suka ngusilin Arief, absolutely bikin kita yang pada nonton jadi gemes sendiri.

Saking senengnya sama kedua pasangan ini, setiap ketemu temen-temen, gue suka nge-rekomendasiin video-video mereka berdua. Mulai dari Vlog Arief yang pertama sampai yang paling baru, semuanya bikin ngiri dan mikir,

Ya Allah.. Kapan digituin juga, Ya Allah..

Lalu, tanggal 21 Maret 2016 kemaren, Arief kembali mengupload Vlognya yang ke 21. Gue yang udah jadi Subscriber sejati beliau, langsung nonton, dong, ya. Di video tersebut, Arief dan Tipang jalan-jalan ke Dufan karena di Vlog sebelumnya, #TeamArief kalah sama #TeamTipang.

Dari satu wahana ke wahana yang lain, Tipang terlihat antusias sampai sesekali berlari kecil meninggalkan Arief bersama kedua rekannya yang ikut hari itu juga. Salah satu hal lucu yang menarik perhatian gue adalah ketika Tipang malah sedih waktu dia menang suit, karena itu berarti bukan Tipang yang harus naik wahana yang ditentukan. Lalu, ketika Tipang bilang mau ke toilet, padahal dia malah ngantri tiket tanpa sepengetahuan Arief. 

Setelah puas disuguhin bermacam-macam wahana yang seru, tibalah detik-detik terakhir video tersebut. Tipang dan Arief berjalan mendekati salah satu stage sambil bergandengan tangan. Dengan lagu ‘Titanium-David Guetta feat. Sia’ yang tengah dinyanyikan dari atas panggung, mereka berdua mengikuti irama sambil melompat-lompat.

Bagian terfavorit buat gue adalah, ketika Tipang dan Arief sudah berada dalam mobil. Karena kecapekan, Tipang akhirnya tertidur pulas di paha Arief. Dengan kamera yang dipegang hati-hati, Arief tersenyum ke arah kamera sambil membuka mulutnya membentuk sebuah kalimat dan berbisik,

Tipang bobo.”

Kemudian mengelus rambut Tipang.

Perlahan.
Dan penuh rasa sayang.


Well, video dengan durasi 15 menit 26 detik tersebut sukses  bikin gue mewek (lagi). Yah, sejauh ini, mereka berdua selalu jadi pasangan terfavorit gue. Walaupun belum bisa ketemu langsung, gue selalu berdo'a semoga mereka berdua dilancarkan nikahannya, tetap langgeng sampai akhir usia, dan, tetap jadi pasangan kocak bagi kita semua.

So, check it out!



3/17/2016

SEMUA PEREMPUAN MAU DIGINIIN JUGA

          89 Comments   


Semua cewek di dunia, pasti seneng diromantisin.
Secuek apapun dia.

Hal ini membuat para kaum lelaki selalu berusaha untuk jadi yang paling di-“Aduh”in kaum perempuan. Banyak cara mereka lakukan untuk tujuan tersebut. Dari yang mainstream kayak nyepik dan sejenisnya, hingga yang turun langsung ke lapangan, alias ngasih bukti. Nggak omdo.

Masih ngomongin soal romantis-romantisan, belakangan ini gue suka nontonin film atau video-video romantis jika ada waktu luang. Bertepatan dengan hal tersebut, kemarin, Fauzy ngerekomendasiin video yang (katanya) bikin semua cewek mupeng. VLOG-nya Arief Muhammad a.k.a. @Poconggg.

Gue mengambil laptop, membuka Youtube, kemudian mencari keyword yang diberikan.

Dalam Vlog tersebut, Arief membuat potongan-potongan video dari beberapa hari sebelum hari yang ditentukan untuk lamaran. Gue yang baru tahu kalau nama pacarnya adalah Tipang, merasa sedikit aneh dan cekikikan sendiri. Tetapi, itu semua ternyata hanya berlangsung sesaat. Di durasi terakhir video itu dimainkan, perlahan mata gue seperti kemasukan debu segunung merapi. Perih.

Well, gue nangis.

Terharu.

Bangkai.

Jadi, pas ulang tahun si Tipang ini, Arief sengaja nggak ngasih hadiah apa-apa (cewek kalo diginiin pasti manyun, dong, yah). Beberapa hari setelahnya, Arief meminta bantuan untuk misi lamarannya ini  pada beberapa teman yang juga Selebtube. Mereka nyusun rencana dan briefing beberapa kali demi lancarnya proses lamaran di hari H nanti. Dari sini aja, gue udah bisa liet kalau Arief bener-bener serius sama apa yang mau dia lakuin. Briefing terakhir di hari kedua sebelum hari H aja dilakukan jam 3 subuh. Niat banget asli.

Lalu hari yang dinanti-nantikan pun tiba.

Sesuai rencana bersama, si Arief akan berpura-pura mengajak Tipang  ke pulau Ayer untuk mempromosikan salah satu brand campaign. Buat kerjaan gitu, lah, istilahnya. Sebelum itu, Tipang sudah diberitahu kalau nanti di akhir acara, dia dan Arief bakal disuruh nyari botol yang isinya kertas promosi brand tersebut.

Tipang sangat antusias selama keliling pulau. Dia sama sekali nggak tahu kalau itu hanya akal-akalannya si Arief. Hingga kemudian, penghujung acara pun tiba. Kamera udah stand by. Tipang yang terlalu excited, sudah berjalan duluan ke tepi dermaga, membuat Arief tertinggal agak jauh di belakangnya.


“Oke. Jadi sepertinya, ini waktunya. Jantung gue kayaknya udah mulai mau copot. Semoga nanti lancar-lancar aja. Dan semoga nanti, diterima.” Kata Arief, sesaat sebelum berjalan menghampiri Tipang.

Seiring botol tersebut dipegang lalu dibuka, gue yang nonton jadi ikut-ikutan tegang. Si Tipang mengeluarkan kertas dalam botol tersebut. Kemudian membacakan isi tulisan di kertas yang sudah diganti selama dia dan Arief sibuk jalan-jalan.

Dengan senyum kecil yang terukir, perempuan itu perlahan membuka suaranya,

11 September kemarin, tepat di hari ulang tahun kamu, aku nggak ngasih kado apa-apa. Cuma kotak dengan tulisan ‘SOON’.
Hmm…
Semoga kamu nggak marah, karena hari ini aku udah bohong.
We are not doing any brand campaign.
Aku cuma nyari alesan supaya bisa nepatin janji dengan cara yang berbeda.
So, this is your Soon.

Tanpa menunggu beberapa lama, Arief berlutut di depan Tipang lalu mengeluarkan sebuah cincin yang sudah dia cari sejak beberapa hari sebelumnya. Tipang terdiam sambil menutupi setengah wajahnya yang terurai air mata.

Air mata bahagia.

Sangat bahagia.

Well, buat siapa aja yang belum nonton videonya, ini gue rekomendasiin banget. KUDU. WAJIB. HARUS DITONTON. Bener kata Fauzy, Arief bikin semua cewek mau diginiin juga.

MUPENG PARAH!





3/10/2016

Review Buku Musim Semi Merah

          45 Comments   
Otak gue keram. Lemes. Korslet.

Sudah lebih dari sebulan kerjaan gue cuma nugas, nugas, dan nugas. Gitu terus ampe Tuan Krab ikut Net Invest. Rasanya mau mati suri aja, siapa tahu pas bangun udah jadi milyarder.

Tapi, kalimat “Sedih datang sepaket dengan bahagia” ternyata masih berlaku di kehidupan gue. Disaat yang bersamaan, salah seorang blogger juga penulis puisi favorit menawarkan bukunya secara tiba-tiba.

Semua berawal dari passion gue yaitu gegoleran nggak jelas di kasur sambil mainan hape.  Aplikasi yang sedang gue buka ketika itu adalah Soundcloud. Yah, mumpung gerimis, kan, enak tuh denger yang syahdu-syahdu nafsuin ngantukin. Di kali ketiga lagunya ‘Billy Ramdhani feat. Guntur – Lembaran Baru’ mengalun, gue pun memutuskan untuk pindah ke lagu selanjutnya.

Instrumen mulai terdengar.

Tapi, kok, nggak ada yang nyanyi, yah?

Gue yang penasaran kemudian melihat ke layar handphone, mencoba mencari tahu apa yang sedang gue dengar.


Bisa saja waktu membunuhku saat ini juga. Ia bersama jarak menusukku dalam dalam dengan rindu. Aku bisa apa selain mendoakan kita,  lalu meghapus hujan di sudut mata yang lama-lama menjadi lautan. Kunang-kunang tidur dalam kegelisahan, begitu juga aku yang mencatat banyak rindu di sudut kamar.

Beberapa hari tanganku bekerja dengan giat menulis tentang kau. Bagaimana kau melengkungkan senyummu, saat kau memainkan jemariku, bahkan pelukan yang melingkari pundakku.


Di kotaku, aku menanam resah atas mata yang belum menatapmu lekat-lekat. Di kotamu, kau menebar banyak benih-benih rindu dan terbang menujuku. Hendakkah kau pulang bersamanya? Melepas rindu yang lama terpenjara. Mengahapus airmata yang telah lelah jatuh.


Kekasihku..

Sampai kau berdiri tepat di depanku, bahkan telah pergi memunggungiku, rindu tak lelah bekerja dikepalaku.

Tanpa sadar, gue memutar kembali puisi tersebut. Mendengarkannya kembali. Kemudian larut di dalamnya.

Yang membuat gue kaget adalah, ternyata, Dyaz sudah temenan sama gue di beberapa akun sosmed. Mengetahui hal tersebut, gue pun membagikan Soundcloud Dyaz ke Twitter. Tanpa menunggu terlalu lama, Dyaz merespon tweet gue dengan baik.

Beberapa hari setelah itu, gue mendapat LINE tak terduga dari seorang Dyaz Afriyanto, yang berbunyi,

“Dev, bisa minta alamatnya nggak? Mau kirim sesuatu, nih.”

Daaaan ternyataa…






Iya. Gue dapet buku gratis (lagi) langsung dari penulisnya. Rezeki anak sholeha kali yah. Jujur aja, mendapat sesuatu yang gue sukai, pun dari penulisnya sendiri, bikin gue lebih meyakini kalau bahagia memang sederhana itu. Semua puisi di dalam buku Musim Semi Merah yang ditulis oleh Dyaz sukses bikin gue kebawa perasaan. Yakin, deh. Se-nggak-peka-nya lo sama sesuatu, kalau baca ini pasti mewek juga. Penggunaan kalimat-kalimatnya, kata demi kata yang dituliskan dengan perasaan, mampu membawa gue ke khayalan yang luar biasa.

Dan, dari semua judul favorit yang ada dalam buku tersebut (iya, semuanya gue favoritin), gue mau nulis salah satunya disini. Check this out:

Kumakamkan Engkau di Kepalaku

Aku tak harus jauh jauh mencarimu ketika ingatan hidup kembali.
Meski dalam gelap tempat engkau tertidur, ruang itu telah kuhapal letaknya.
Di kepalaku, engkau kumakamkan.
Tanpa kematian, tanpa bunga warna-warni, tanpa airmata.
Hanya beberapa kalimat yang kusebut doa.
Sementara itu, tak perlu engkau terburu-buru terbangun, atau pergi.
Tetaplah menjadi pengisi kepalaku yang abadi.


Sudah? Mau lagi? Contact langsung ke orangnya di Twitter @Dyazafryan.


Jatuh cintalah sayang, bukan kepadaku.
Maka aku bisa tenang melepaskanmu.

Copyright © Fredeva is designed by Fahrihira