3 Kesalahan Pengiriman via Laut yang Bikin Barang Berisiko

Mengirim barang besar antar pulau lewat kapal laut sering jadi pilihan karena biayanya lebih efisien. Untuk stok dagangan, mesin, perabot, material proyek, atau barang bervolume besar, jalur laut biasanya lebih masuk akal dibanding pengiriman udara.

Namun, biaya murah tidak otomatis membuat barang aman. Barang bisa melewati proses penjemputan, gudang, pelabuhan, kapal, bongkar muat, lalu diteruskan lagi ke alamat tujuan. Semakin panjang prosesnya, semakin besar pula risiko barang rusak jika persiapan dilakukan asal-asalan.

Untuk bisnis, ongkos kirim juga bisa memengaruhi margin. Menurut Kemenko Perekonomian, biaya logistik nasional Indonesia pada 2022 mencapai 14,29% dari PDB. Jadi, memilih jalur kirim yang efisien sekaligus aman menjadi keputusan penting, terutama untuk barang besar dan berat.

Dilansir dari UN Trade and Development, lebih dari 80% volume perdagangan barang internasional diangkut melalui laut. Artinya, jalur laut memang menjadi tulang punggung distribusi barang, tetapi tetap membutuhkan penanganan yang benar sejak awal.

Mengapa Pengiriman Kapal Laut Butuh Persiapan Ekstra?

Persiapan keamanan ekstra untuk menghindari kesalahan pengiriman via laut

Pengiriman laut tidak seperti kirim paket biasa. Barang bisa berada di perjalanan selama beberapa hari, menunggu jadwal kapal, berpindah gudang, lalu melalui proses bongkar muat di pelabuhan tujuan.

Untuk banyak rute antar pulau, estimasi awal pengiriman laut sering berada di kisaran 7 hingga 14 hari kerja. Namun, durasi ini tetap perlu dikonfirmasi ke pihak ekspedisi karena jadwal kapal, cuaca, kepadatan pelabuhan, dan kota tujuan bisa berubah.

Risiko utamanya ada pada guncangan, gesekan, tekanan barang lain, perubahan suhu, dan kelembapan. Menurut TT Club, penyedia asuransi dan manajemen risiko transportasi, moda maritim menjadi sumber risiko terbesar untuk klaim wet damage, yaitu 65% dari klaim yang dilaporkan dalam kategori tersebut.

Menurut International Maritime Organization, CTU Code dibuat untuk membantu industri memastikan muatan di dalam kontainer ditata dan diamankan dengan benar. Sederhananya, barang tidak boleh hanya “ditaruh”, tetapi harus dikemas, disusun, dan dikunci agar tidak bergeser selama perjalanan.

3 Kesalahan Fatal Saat Mengirim Barang Berskala Besar

Kesalahan kecil saat persiapan bisa berubah menjadi kerugian besar saat barang sudah masuk jalur laut. Apalagi jika barangnya mahal, berat, mudah pecah, atau sulit diganti.

Dikutip dari World Shipping Council, 1.478 kontainer hilang di laut pada 2025 dari lebih dari 280 juta kontainer yang diangkut secara global. Persentasenya kecil, sekitar 0,0005%, tetapi data ini tetap menunjukkan bahwa pengamanan muatan tidak boleh dianggap sepele.

Packing Perabot yang Terlalu Asal-asalan

Kesalahan paling umum adalah menganggap kardus sudah cukup. Untuk pengiriman laut, kardus biasa sering tidak mampu menahan tekanan, gesekan, kelembapan, dan proses angkat-turun di gudang atau pelabuhan.

Bayangkan lemari kaca hanya dibungkus kardus tipis, lalu tertumpuk barang lain yang lebih berat. Saat tiba, bagian sudutnya retak. Bukan selalu karena ekspedisi ceroboh, tetapi karena proteksi awal memang tidak cukup.

Dikutip dari TT Club, 65% kerusakan cargo dapat dikaitkan dengan packing, blocking, atau securing yang buruk di dalam cargo transport unit, termasuk kontainer. Karena itu, packing perabot, mesin, elektronik, dan barang pecah belah perlu dibuat lebih serius.

Gunakan bubble wrap tebal untuk meredam benturan, plastik wrapping anti-air untuk menahan lembap, dan palet kayu agar barang lebih aman saat dipindahkan forklift. Untuk barang bernilai tinggi, mudah pecah, atau tidak boleh penyok, packing kayu sebaiknya dipertimbangkan sejak awal.

Mengabaikan Pencatatan Isi Kiriman Secara Detail

Packing bagus belum cukup jika isi kiriman tidak dicatat. Banyak pengirim baru sadar pentingnya packing list saat barang tiba dan jumlahnya harus dicek satu per satu.

Daftar isi barang membantu penerima memeriksa jumlah koli, jenis barang, dan kondisi barang saat sampai. Dokumen ini juga berguna jika terjadi selisih jumlah, kerusakan, atau proses klaim asuransi.

Buat packing list sederhana berisi nama barang, jumlah koli, berat, ukuran, kondisi awal, dan catatan khusus. Ambil juga foto barang sebelum dipacking, terutama untuk furniture, mesin, elektronik, atau barang bernilai tinggi.

Kurangnya Konsultasi Mengenai Jenis Barang

Tidak semua barang bisa langsung masuk kontainer tanpa pengecekan. Cairan tertentu, baterai, bahan mudah terbakar, bahan kimia, barang bernilai tinggi, atau barang yang membutuhkan dokumen tambahan perlu dikonsultasikan lebih dulu.

Kesalahan yang sering terjadi adalah pengirim baru menjelaskan detail barang setelah pickup. Akibatnya, barang bisa tertunda, perlu dipacking ulang, dikenai biaya tambahan, atau tidak bisa ikut jadwal kapal awal.

Konsultasi ekspedisi sebaiknya dilakukan sebelum barang dijemput. Sampaikan jenis barang, ukuran, berat, jumlah koli, lokasi asal, kota tujuan, dan kondisi barang secara jujur. Dengan menghindari tiga kesalahan ini, proses pengiriman via laut yang Anda lakukan akan jauh lebih aman, rapi, dan efisien sampai barang diterima.

Pentingnya Memilih Cargo dari Lokasi Asal yang Terpercaya

Vendor cargo laut tidak cukup hanya murah. Anda juga perlu melihat apakah mereka punya rute jelas, tim yang mudah dihubungi, dan layanan pickup dari kota asal.

Penyedia layanan yang dekat dari pusat operasional akan memudahkan inspeksi barang. Jika ada packing yang kurang aman, ukuran belum jelas, atau jenis barang perlu dicek ulang, tim ekspedisi bisa memberi arahan lebih cepat.

Khusus bagi Anda yang berdomisili atau memusatkan distribusi dari ibu kota, pastikan memilih agen ekspedisi jakarta yang memiliki fasilitas penjemputan terintegrasi serta jaringan luas ke berbagai pulau.

Sebagai contoh, Insan Cargo mencantumkan area pickup cargo laut untuk Jabodetabek dan Banten, termasuk Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Depok, Bogor, Serang, dan Cilegon, dengan ketersediaan tetap mengikuti alamat, jenis barang, volume kiriman, akses lokasi, dan ketentuan operasional.

Insan Cargo: Mitra Aman Distribusi Jalur Laut Anda

Jika Anda belum yakin barang perlu packing kayu, masuk LCL atau FCL, atau bisa dijemput langsung dari lokasi, konsultasi di awal akan sangat membantu.

Insan Cargo menyediakan layanan pengiriman laut untuk kebutuhan personal, bisnis, pindahan, kendaraan, hingga barang proyek. Melalui layanan ini, pelanggan bisa berkonsultasi soal rute, estimasi ongkir, pickup, opsi packing, serta pilihan skema seperti reguler, LCL, FCL, atau container.

Untuk barang tertentu seperti elektronik, cairan, barang bernilai tinggi, barang mudah pecah, kendaraan, atau mesin, tim ekspedisi dapat membantu mengecek apakah barang membutuhkan packing tambahan, dokumen pendukung, asuransi, atau penanganan khusus.

Agar estimasi lebih akurat, siapkan data barang sebelum menghubungi customer service. Informasikan kota asal, kota tujuan, jenis barang, jumlah koli, berat, ukuran, dan kebutuhan pickup.

Anda bisa menghubungi Insan Cargo di nomor (021) 5958-4485 untuk mendapatkan estimasi harga dan jadwal kapal terbaru. Nomor tersebut tercantum pada halaman kontak resmi Insan Cargo.

Kesimpulan

Ongkir murah tidak ada artinya jika barang tiba dalam kondisi penyok, basah, pecah, atau jumlahnya tidak sesuai. Untuk pengiriman laut, keamanan barang dimulai sebelum pickup.

Tiga hal yang paling perlu dijaga adalah packing, pencatatan, dan komunikasi dengan pihak ekspedisi. Packing melindungi barang secara fisik. Packing list membantu pengecekan. Konsultasi sejak awal mencegah salah layanan, salah dokumen, atau salah perlakuan barang.

Jika sejak awal barang dipacking dengan benar, dicatat dengan rapi, dan dikirim melalui vendor yang jelas, risiko pengiriman via laut bisa ditekan jauh lebih baik.

FAQ Seputar Pengiriman Barang via Laut

Berapa lama standar waktu pengiriman menggunakan kargo laut?

Waktu tempuh bergantung pada jadwal kapal, jarak pulau tujuan, cuaca, dan kondisi pelabuhan. Untuk banyak rute antar pulau, estimasi awal biasanya berada di kisaran 7 hingga 14 hari kerja, tetapi tetap perlu dikonfirmasi ke ekspedisi.

Apakah pengiriman laut menghitung barang berdasarkan berat atau ukuran?

Kargo laut umumnya menghitung tarif berdasarkan mana yang lebih besar antara berat aktual dan dimensi volumetrik atau kubikasi. Sebagai contoh, barang berukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter memiliki volume 2 CBM.

Apakah barang elektronik aman dikirim melalui kapal laut?

Barang elektronik aman dikirim melalui kapal laut selama packing dilakukan dengan benar. Gunakan bubble wrap tebal, packing kayu, dan plastik tahan air agar barang lebih terlindungi dari benturan serta kelembapan.

Referensi

  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. “Capai Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas, Menko Airlangga Tegaskan Logistik Menjadi Key Driver Utama.” Kemenko Perekonomian RI, 2023.
  • UN Trade and Development. “Launch of the Review of Maritime Transport 2025.” UNCTAD, 2025.
  • International Maritime Organization. “IMO/ILO/UNECE Code of Practice for Packing of Cargo Transport Units.” IMO.
  • World Shipping Council. “Containers Lost at Sea.” World Shipping Council.
  • TT Club. “TT Talk: Protecting Cargo from Wet Damage.” TT Club.
  • TT Club. “Incorrect Container Packing Leads to 65% of Damaged Cargo.” TT Club, 2017.
  • Insan Cargo. “Jasa Cargo Laut untuk Kirim Barang Antar Pulau.” Insan Cargo.
  • Insan Cargo. “Kontak Insan Cargo.” Insan Cargo.